SELEKSI DAN MANAJEMEN PROYEK APLIKASI E-COMMERCE PENJUALAN ONLINE
Seleksi Proyek
Seleksi proyek merupakan langkah untuk menentukan proyek yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi. Tahapan ini mencakup penilaian dan pemilihan proyek berdasarkan kriteria dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan dari seleksi proyek adalah memastikan bahwa proyek yang dipilih mampu memberikan manfaat dan nilai tambah yang optimal bagi organisasi.
Manajemen Proyek
Manajemen proyek melibatkan proses merencanakan, mengorganisasi, mengendalikan, dan mengarahkan penggunaan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk proyek tersebut. Tujuan utama dari manajemen proyek adalah mencapai hasil proyek sesuai dengan persyaratan waktu, biaya, dan kualitas yang telah ditentukan.
Metodologi Proyek
Dalam membangun proyek ini, digunakan metodologi Agile Development. Metodologi Agile merupakan suatu pendekatan manajemen proyek yang mengutamakan fleksibilitas, kolaborasi tim, dan pengiriman bertahap dari hasil proyek. Metode ini menggantikan pendekatan tradisional waterfall yang lebih berurutan dan terstruktur. Dalam Agile, terdapat penekanan pada adaptabilitas, transparansi, dan responsivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi selama siklus proyek.
Metodologi Agile mempromosikan fleksibilitas, kecepatan, dan keterlibatan pemangku kepentingan dalam pengembangan proyek. Hal ini memungkinkan tim untuk merespons perubahan dengan cepat, mengurangi risiko kegagalan proyek, dan menghasilkan produk yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan.
ANALISA STUDI KASUS PROJECT MANAGEMENT
PENGEMBANGAN APLIKASI E-COMMERCE
Metodologi Proyek adalah kumpulan metode, pendekatan, dan teknik yang digunakan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengelola proyek. Dengan menggunakan metodologi ini, seorang manajer proyek dapat memimpin, mengelola, dan memantau perkembangan proyek tim pengembang dengan lebih terstruktur dan teratur.
Terdapat beberapa jenis-jenis metodologi proyek, antara lain:
- Waterfall Development
- Agile
- Scrum
- Lean
- Spiral
- Projects in Controlled Environments
Untuk pengembangan aplikasi yang dalam tahap baru dibuat, akan menggunakan metode
Waterfall Development.
Metodologi Waterfall mengikuti pendekatan berurutan, dimulai dari tahap perencanaan, kemudian perancangan, pengembangan, pengujian, dan akhirnya implementasi. Setiap tahap harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang sistematis dimana sistem kerjanya dilakukan secara bertahap demi bertahap dengan alur satu jalur. Adapun tahap-tahap Metode Waterfall sebagai berikut:
1. Requirement Analysis
Pada tahap ini, tim pengembang melakukan analisis prasyarat dan mengumpulkan berbagai informasi yang diperlukan sebelum memulai tahap desain. Informasi ini dikumpulkan melalui survei, diskusi, observasi, wawancara, dan metode lainnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan data yang relevan dan sesuai dengan pengembangan proyek.
Dalam konteks kebutuhan kita untuk membangun proyek aplikasi e-commerce, tahap ini melibatkan pengumpulan informasi terkait dengan aspek-aspek yang terkait dengan aplikasi tersebut. Misalnya, kategori aplikasi yang akan dibuat, cara pengguna akan mengakses aplikasi, kebutuhan pasar saat ini, dan sebagainya.
2. System and Software Design
Pada tahap ini, dilakukan implementasi dari tahap analisis kebutuhan di mana data akan diorganisir dan dipresentasikan dalam bentuk tertentu. Desain ini membantu tim pengembang dalam memastikan apakah proyek yang sedang berjalan memberikan gambaran yang lengkap terhadap kebutuhan proyek. Tahap ini juga membantu tim dalam mempersiapkan peralatan yang diperlukan sebelum memasuki tahap implementasi dan pengujian unit.
Dalam konteks pengembangan aplikasi, tahap ini mencakup pembangunan desain sistem dari berbagai aspek, seperti desain basis data, desain antarmuka pengguna (UI/UX), desain program, desain sistem keuangan, dan lain-lain.
3. Implementation and Unit Testing
Pada tahap ini, dilakukan implementasi dan pembentukan proyek berdasarkan desain yang telah dibuat sebelumnya. Tahap ini melibatkan pengujian dan pemeriksaan terhadap fungsionalitas proyek untuk memastikan bahwa desain memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Tahap ini merupakan tahap pengembangan proyek di mana desain diubah ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Ini mencakup pembuatan kode basis data, pengembangan aplikasi, integrasi dengan sistem transaksi perusahaan, dan langkah-langkah lainnya.
4. Verification and System Testing
Tahap ini adalah tahap untuk melakukan testing dan uji system secara keseluruhan. Tahap ini sangat penting karena menguji apakah proyek yang dilakukan sudah sesuai dengan kriteria dan standar kualitas yang baik
Tahap ini biasanya aplikasi akan diuji sistemnya dari mulai sistem transaksi, sistem kevalidan data, sistem keuangan, sistem program, dan sebagai macamnya.
5. Operation and Maintenance
Tahap ini adalah tahap yang paling akhir dari proses alur waterfall method. Dimana, tim pengembangkan melakukan proses debugging, pembaruan aplikasi, perbaikan unit sistem, peningkatan performa sistem, penyesuaian sistem dengan kebutuhan, dan pengelompokan fitur-fitur yang dibutuhkan atau tidak.
Biasanya dalam tahap ini, aplikasi akan menggunakan tahap ini untuk melakukan pembaharuan sistem terbaru dan proses debugging dari error yang biasanya muncul.
Dalam pelaksanaan proyek, diperlukan perencanaan waktu untuk memastikan bahwa proyek selesai sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Hal ini meliputi tahap desain sistem, implementasi, pengujian, dan peluncuran. Estimasi waktu ini merupakan salah satu proses yang dilakukan dalam setiap departemen.
Dalam setiap pengembangan proyek, penting untuk memiliki alur kerja yang terstruktur bagi tim pengembang. Alur kerja ini berperan dalam membantu menyelesaikan tugas-tugas secara efisien, sehingga dapat menghindari keterlambatan waktu. Adapun proses perencanaan kerja yaitu :

Kontak kerja adalah perjanjian atau sistem kesepakatan, baik dalam bentuk tertulis maupun lisan, yang dibuat untuk mengatur hubungan antara karyawan atau pekerja dengan pengusaha atau perusahaan selama periode atau waktu tertentu.
Umumnya, seorang karyawan memiliki perjanjian dengan perusahaan tempatnya bekerja yang ditangani oleh bagian Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan. Dalam kontrak ini, setiap karyawan diharapkan untuk mematuhi dan melaksanakan peraturan-peraturan yang berlaku di perusahaan sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak kerja yang telah ditandatangani.
https://an-nur.ac.id/pengertian-seleksi/
https://www.kumpulanpengertian.com/2015/04/pengertian-manajemen-proyek-menurut.html
https://bakri.uma.ac.id/pengertian-manajemen-menurut-para ahli/#:~:text=Menurut%20Andrew%20F.%20Sikula%2C%20manajemen,mengelola%20sumber%20d ya%20yang%20dimiliki.
https://tomps.id/ini-pengertian-manajemen-proyek-beserta-contohnya-kenal-lebih-dekat-yuk/
https://qontak.com/blog/manajemen-proyek/
https://asana.com/id/resources/benefits-project-management
http://sevilakusmayadi.blog.widyatama.ac.id/2019/09/24/manajemen-proyek-2/
https://www.harmony.co.id/blog/manajemen-proyek-pengertian-tujuan-dan-contohnya
https://manpro.id/blog/metodologi-manajemen-proyek-mengapa-begitu-penting/
https://revou.co/panduan-karir/metodologi-project-management#:~:text=mulai%20bahas%20selengkapnya!-,Apa%20itu%20Metodologi%20Project%20Management%3F,pekerjaan%20sambil%20memfasilitasi%20kolaborasi%20tim.
https://ranahresearch.com/metode-waterfall/#:~:text=Metode%20Waterfall%20merupakan%20pendekatan%20SDLC,desain%2C%20dan%20implementasi%20pada%20sistem.
Comments
Post a Comment