EAS APSI(D)
Evaluasi Akhir Semester
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
Nama : Danno Denis Dhaifullah
NRP : 5025211027
Cafe Ijjo adalah restoran yang populer dan sibuk di kota besar. Restoran ini melayani berbagai jenis makanan dan minuman, dan memiliki berbagai layanan seperti makan di tempat, layanan pengiriman, dan pesanan online. Dalam mengelola operasional harian, restoran ini menghadapi beberapa tantangan, antara lain kesulitan dalam mengelola inventaris, mengatur pesanan, memantau kinerja karyawan, dan melacak data pelanggan.
Untuk menyelesaikan tantangan tersebut, owner Cafe Ijjo ingin membuat aplikasi Sistem Informasi.Tujuan pengembangan aplikasi sistem informasi adalah untuk memperbaiki efisiensi dan efektivitas operasional restoran. Aplikasi ini akan membantu dalam mengelola inventaris, pesanan, pembayaran, dan data pelanggan, serta menyediakan berbagai fitur yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan memudahkan pengelolaan restoran.
1. Tuliskan kebutuhan sistem informasi apa saja yang ingin dimiliki oleh Cafe Ijjo!
- Manajemen Inventaris: Melacak stok makanan dan minuman yang tersedia di restoran. Hal ini meliputi pengelolaan persediaan, pemesanan bahan baku, stok minimum, dan pemantauan inventaris secara real-time.
- Pengelolaan Pesanan: Memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan makanan dan minuman secara online melalui aplikasi atau situs web.
- Pembayaran dan Pelacakan Transaksi: pembayaran pesanan secara online melalui metode pembayaran yang berbeda, seperti kartu kredit atau transfer bank. Sistem ini juga harus dapat melacak transaksi pembayaran, mencatat riwayat pembayaran, dan menghasilkan laporan keuangan.
- Manajemen Karyawan: Pengelolaan informasi karyawan, termasuk data pribadi, jadwal kerja, absensi, dan kinerja karyawan.
- Pelacakan Data Pelanggan: Mampu menyimpan dan mengelola data pelanggan seperti informasi kontak, preferensi makanan/minuman, riwayat pesanan, dan umpan balik pelanggan.
- Analisis Data dan Laporan: Mengumpulkan dan menganalisis data operasional, termasuk data inventaris, pesanan, pembayaran, dan pelanggan.
- Integrasi dengan Layanan Pengiriman: Jika restoran bekerja sama dengan layanan pengiriman pihak ketiga, sistem informasi harus memiliki fitur untuk mengintegrasikan pesanan dengan layanan tersebut agar memudahkan pengelolaan pengiriman pesanan dan memantau status pengiriman.
- Antarmuka Pengguna yang Mudah Digunakan: Antarmuka user yang intuitif dan mudah digunakan bagi pengelola restoran, karyawan, dan pelanggan.
2. Buatlah tahapan yang harus dilalui di dalam membangun aplikasi sistem restoran!
- Analisis Kebutuhan: Lakukan analisis mendalam tentang kebutuhan sistem informasi restoran. Identifikasi masalah yang ingin diselesaikan, kekurangan yang ingin diatasi, dan tujuan yang ingin dicapai dengan aplikasi tersebut. Melibatkan pemilik restoran, manajer, dan staf yang terlibat dalam operasional harian dapat membantu dalam memahami kebutuhan.
- Perencanaan: Buat rencana pengembangan yang mencakup tujuan, lingkup, jadwal, dan anggaran proyek. Tentukan sumber daya yang diperlukan, termasuk tim pengembangan internal atau pihak ketiga, infrastruktur teknologi, dan anggaran yang tersedia.
- Desain Sistem: Buat desain sistem yang terperinci berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang telah diidentifikasi. Ini termasuk desain database, desain user interface, arsitektur sistem, dan integrasi dengan sistem atau layanan yang ada.
- Pengembangan: Mulailah mengembangkan aplikasi sistem restoran berdasarkan desain yang telah dibuat. Dapat menggunakan berbagai teknologi dan bahasa pemrograman yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan tim pengembangan berkolaborasi dengan baik dan mengikuti metodologi pengembangan software yang baik.
- Pengujian: Lakukan pengujian menyeluruh terhadap aplikasi untuk memastikan kualitas dan keandalannya. Uji semua fitur dan fungsionalitas yang ada, dan perbaiki bug atau masalah yang ditemukan selama proses pengujian.
- Implementasi: Setelah aplikasi dianggap siap, siapkan lingkungan produksi dan implementasikan aplikasi di restoran. Pastikan sistem telah terintegrasi dengan infrastruktur IT yang ada dan dilakukan migrasi data yang diperlukan.
- Pelatihan dan Penyesuaian: Berikan pelatihan kepada pengguna aplikasi, termasuk pemilik restoran, manajer, dan karyawan. Bantu mereka untuk mengenal fitur-fitur aplikasi, proses kerja yang baru, dan manfaat yang dapat diperoleh. Selama tahap ini, juga perlu menerima umpan balik dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
- Peluncuran dan Pemeliharaan: Setelah semua persiapan selesai, luncurkan aplikasi sistem restoran secara resmi. Pastikan ada proses pemeliharaan dan dukungan yang memadai untuk menjaga kinerja aplikasi, mengatasi masalah yang timbul, dan terus melakukan pembaruan sesuai dengan kebutuhan dan umpan balik pengguna.
3. Apa yang dimaksud dengan model analisis? Ruang lingkup model analisis apa saja?
Dalam konteks pengembangan sistem informasi, model analisis mengacu pada pendekatan atau kerangka kerja yang digunakan untuk memahami, mendefinisikan, dan mendokumentasikan kebutuhan bisnis serta proses yang terkait dengan sistem yang akan dikembangkan. Model analisis membantu dalam menggambarkan secara rinci kebutuhan dan persyaratan sistem yang akan dibangun.
Berikut adalah beberapa ruang lingkup model analisis yang umum digunakan dalam pengembangan sistem informasi:
- Use Case Model: Pemodelan interaksi antara pengguna sistem (aktor) dan sistem itu sendiri. Use case menggambarkan skenario penggunaan sistem dengan menunjukkan langkah-langkah yang dilakukan oleh pengguna dan tanggapan sistem terhadap setiap langkah tersebut.
- Data Flow Diagram (DFD): Model analisis yang menggunakan diagram untuk menggambarkan aliran data di dalam sistem. Diagram ini menunjukkan bagaimana data masuk dan keluar dari sistem, serta bagaimana data tersebut diproses dan disimpan.
- Diagram Aktivitas: Memodelkan urutan langkah atau aktivitas dalam suatu proses bisnis atau skenario. Diagram ini menggambarkan tugas, keputusan, dan aliran kontrol yang terlibat dalam proses tersebut.
- Diagram Entity-Relationship (ER): Memodelkan entitas (objek) dalam sistem dan hubungan antara entitas tersebut. Diagram ini membantu dalam memvisualisasikan struktur data dan hubungan antara entitas.
- Diagram Kelas: Memodelkan struktur kelas atau objek dalam sistem, serta hubungan antara kelas tersebut. Diagram ini membantu dalam memahami atribut, metode, dan perilaku kelas.
- Prototipe: Model analisis yang melibatkan pembuatan versi awal atau contoh sistem yang memiliki fitur dan fungsi tertentu. Prototipe membantu dalam memvalidasi kebutuhan dan persyaratan pengguna, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang desain dan fungsionalitas sistem yang akan dikembangkan.
- Dokumen Kebutuhan: Penulisan dan dokumentasi kebutuhan sistem dengan jelas dan terperinci. Dokumen ini mencakup deskripsi kebutuhan, persyaratan fungsional dan non-fungsional, skenario penggunaan, dan lainnya.
4. Apa yang dimaksud dengan model desain? Sebutkan yang termasuk model desain!
Model desain mengacu pada representasi visual atau abstrak dari komponen sistem dan cara mereka saling berinteraksi. Model desain bertujuan untuk merancang struktur dan arsitektur sistem yang akan dikembangkan, serta menentukan bagaimana komponen-komponen sistem akan diimplementasikan.
Berikut adalah beberapa model desain yang umum digunakan dalam pengembangan sistem informasi:
- Diagram Arsitektur Sistem: Menggambarkan komponen-komponen sistem dan hubungannya. Ini termasuk komponen hardware, software, jaringan, dan interaksi. Diagram ini membantu dalam memvisualisasikan struktur keseluruhan sistem dan komunikasi antara komponen-komponen tersebut.
- Diagram Rancangan Database: Merancang struktur database yang akan digunakan dalam sistem. Ini mencakup tabel, relasi, atribut, dan kunci yang diperlukan untuk menyimpan dan mengelola data. Diagram ini membantu dalam memahami struktur data sistem dan hubungan antara entitas yang berbeda.
- Diagram Rancangan User Interface: Merancang tampilan dan interaksi antarmuka yang akan digunakan oleh user. Ini mencakup elemen-elemen seperti menu, tombol, formulir, tata letak, dan ikon. Diagram ini membantu dalam memvisualisasikan antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan.
- Diagram Rancangan Kelas: Merancang struktur kelas atau objek dalam sistem, serta hubungan antara kelas tersebut. Ini mencakup atribut, metode, dan perilaku kelas yang akan diimplementasikan dalam sistem. Diagram ini membantu dalam merancang struktur objek yang terorganisir dengan baik.
- Diagram Sekuens: Menggambarkan urutan interaksi antara objek dalam sistem. Diagram ini menunjukkan bagaimana objek saling berinteraksi dan bertukar pesan dalam skenario tertentu. Diagram ini membantu dalam memodelkan alur logika dan komunikasi dalam sistem.
- Diagram Komponen: Menggambarkan komponen perangkat lunak dan ketergantungan antara mereka dalam sistem. Diagram ini membantu dalam memahami bagaimana komponen-komponen perangkat lunak bekerja bersama dan berinteraksi dalam sistem.
- Prototipe Desain: Pembuatan versi awal atau contoh sistem yang memiliki fitur dan fungsi tertentu. Prototipe desain membantu dalam memvalidasi desain sistem, melakukan pengujian fungsionalitas, dan mendapatkan umpan balik dari pengguna.
- Dokumen Desain: Penulisan dan dokumentasi rinci tentang rancangan sistem yang akan dikembangkan. Dokumen ini mencakup spesifikasi teknis, struktur sistem, rancangan database, rancangan antarmuka pengguna, dan lainnya.
5. Buatlah model analisis dari studi kasus di atas!
Berikut adalah model analisis dari studi kasus di atas:
Analisis Fitur:
- Manajemen Data Pelanggan: Mengumpulkan data pelanggan, menyimpan informasi pelanggan, melacak riwayat pesanan, preferensi, program loyalitas, dan menganalisis data pelanggan.
- Penyesuaian Pesanan: Terintegrasi dengan sistem pemesanan online, mengelola pesanan, mengupdate status pesanan secara real-time, dan menghindari kesalahan pengiriman.
- Pemantauan Kinerja Karyawan: Merekam kehadiran, melacak produktivitas, mengevaluasi kinerja, dan mengatur jadwal.
- Pembayaran: Terintegrasi dengan sistem pembayaran untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran.
- Pengelolaan Inventaris: Memantau persediaan, memberi tahu saat persediaan rendah, melakukan pemesanan ulang secara otomatis, dan mengelola tanggal kedaluwarsa.
Cara Kerja:
- Pelanggan memiliki akses untuk melihat menu, memilih menu, menambahkannya ke keranjang belanja, serta memilih metode pembayaran dan pengambilan.
- Sistem terintegrasi dengan aplikasi eksternal seperti Ovo, Dana, Gopay, dan QRIS sehingga memudahkan pelanggan dalam memilih metode pembayaran.
- Pesanan dapat diatur dengan cepat dan efisien dalam situasi apapun, baik untuk pegawai maupun pelanggan.
- Pegawai akan menerima daftar pesanan beserta spesifikasinya dari pelanggan.
- Pegawai akan menyiapkan dan melayani pesanan sesuai dengan permintaan pelanggan.
Pengaturan Pesanan:
- Pelanggan memiliki kemampuan untuk melihat daftar menu, memilih menu yang diinginkan, menambahkannya ke dalam keranjang belanja, serta memilih opsi pembayaran dan pengambilan.
- Sistem terhubung dengan aplikasi pihak ketiga seperti Gopay, Dana, dan Ovo untuk memudahkan pelanggan dalam memilih metode pembayaran yang sesuai.
- Pegawai akan menerima daftar pesanan beserta spesifikasinya dari pelanggan.
- Pegawai bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan melayani pesanan sesuai dengan permintaan pelanggan.
- Pesanan dapat diatur dengan cepat dan efisien dalam segala situasi kerja, yang menguntungkan baik bagi pegawai maupun pelanggan.
Sistem Aplikasi Pegawai:
- Setiap pegawai memiliki akun pribadi dan melakukan proses login dan logout setiap harinya untuk memulai dan mengakhiri jam kerja.
- Sistem ini mempermudah penjadwalan shift dan manajemen pegawai dengan cara yang efektif dan efisien.
- Sistem melacak jumlah tugas yang diselesaikan dan profit yang dihasilkan selama hari tersebut, yang menghasilkan data mengenai tingkat produktivitas dan efisiensi.
- Penilaian kinerja untuk setiap pegawai didasarkan pada berbagai faktor, termasuk ulasan keramahan dan penilaian sosial lainnya.
Sistem Aplikasi Pelanggan:
- Pelanggan mengunduh atau mengakses aplikasi Cafe Ijjo dan mendaftar untuk membuat akun di dalamnya.
- Setelah pendaftaran, pelanggan akan menerima kupon diskon untuk menu favorit saat itu.
- Informasi pembelian pelanggan akan masuk ke dalam sistem dan disimpan sebagai riwayat.
- Terdapat program loyalitas berupa sistem poin yang memberikan insentif kepada pelanggan untuk memesan lebih banyak dari Cafe Ijjo.
- Data pesanan dapat digunakan untuk pengembangan sistem dan perbaikan Cafe agar lebih memuaskan pelanggan.
6. Buatlah model desain dari studi kasus di atas!
Use Case Table Design
Conceptual Data Model
Physical Data Model
User Interface Design
Desain user interface Cafe Ijjo perlu mudah dipahami dan digunakan, menarik, serta responsif di berbagai perangkat. Desain ini juga harus dapat disesuaikan dengan preferensi user dan terintegrasi dengan aplikasi pembayaran atau pengiriman. Selain itu, desain tersebut harus memberikan akses yang mudah ke informasi tentang menu, harga, promosi, dan program loyalitas, serta memberikan pembaruan secara real-time mengenai status pesanan atau ketersediaan stok bahan baku. Desain interface Cafe Ijjo harus dilakukan oleh desainer UI/UX yang berpengalaman dan diuji secara rutin guna memastikan pengalaman pengguna yang optimal.
Architecture Design
Cafe Ijjo memiliki arsitektur yang terdiri dari tiga tingkat, yaitu logika bisnis, presentasi, dan data. Aplikasi mobile digunakan sebagai tingkat presentasi, sementara arsitektur cloud serverless digunakan sebagai tingkat logika bisnis, dan database NoSQL digunakan sebagai tingkat data. Ketiga tingkat ini saling terhubung melalui RESTful API yang diintegrasikan melalui API Gateway. Pada tingkat logika bisnis, terdapat fungsi serverless yang bertugas memproses permintaan pengguna dan mengirimkan respon kembali melalui API Gateway. Sedangkan pada tingkat data, terdapat layanan database yang digunakan untuk menyimpan dan mengambil data.
Performance Design
- Optimasi Database: Dalam rangka mempercepat akses data dan mengurangi waktu respon, dilakukan optimasi pada database.
- Skalabilitas: Untuk menjamin sistem dapat mengatasi lonjakan lalu lintas pengguna, digunakan arsitektur cloud yang dapat diubah ukurannya sesuai kebutuhan.
Security Design
1. Pemantauan dan Pencatatan
- Sistem Cafe Ijjo terus dipantau secara berkelanjutan guna mendeteksi aktivitas yang mencurigakan, serta melakukan pencatatan log untuk menganalisis aktivitas tersebut.
- Secara rutin, dilakukan audit keamanan untuk memverifikasi bahwa sistem Cafe Ijjo tetap memenuhi standar keamanan yang diperlukan.
2. Kontrol Akses
- Dilakukan penerapan kontrol akses guna memastikan bahwa hanya pengguna yang memiliki izin yang dapat mengakses data dan aplikasi.
- Sistem menggunakan mekanisme otentikasi dan otorisasi untuk memverifikasi keabsahan pengguna sebelum diberikan akses ke sistem.
Kesimpulan
Untuk memastikan kinerja, keamanan, dan efisiensi sistem, Cafe Ijjo perlu menerapkan desain yang sesuai. Dengan menggunakan desain use case, model basis data, arsitektur, antarmuka pengguna, keamanan, dan performa yang tepat, Cafe Ijjo dapat memberikan pengalaman optimal bagi pengguna dan meningkatkan kinerja bisnisnya.
Anggota Kelompok 2:
Danno Denis Dhaifullah 5025211027
Armadya Hermawan S 5025211243
Bernisko Fancy Aljunez P 5025211083
Link Demonstrasi : https://youtu.be/oxD3ZpR32Mk
Comments
Post a Comment