ETS APSI - D - Danno Denis Dhaifullah (5025211027)
1. Jelaskan jenis-jenis sistem informasi dan pengggunannya!
a. Manajemen
Membantu manajer dalam mengambil keputusan bisnis yang efektif dengan memberikan informasi penting tentang operasi bisnis.
b. Geografis
Mengumpulkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data geografis membantu dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan lokasi dan perencanaan kota.
c. Akuntansi
Mengelola transaksi keuangan dan akuntansi perusahaan.
d. Manufaktur
Pengolahan manufaktur, membantu dalam memantau produksi, mengelola inventaris, dan memproses pesanan pelanggan.
e. Perbankan
Mengelola transaksi perbankan, seperti transfer dana, cek, dan kartu kredit.
f. Kesehatan
Mengelola rekam medis pasien, memproses klaim asuransi, dan menghasilkan laporan medis.
g. Pemasaran
Mengelola kampanye pemasaran dan analisis pelanggan serta membantu perusahaan dalam membuat keputusan tentang strategi pemasaran dan penjualan.
h. Logistik
Mengelola rantai pasokan dan memastikan produk terkirim tepat waktu dan dalam kondisi yang baik. Sistem ini membantu dalam mengelola inventaris, mengatur pengiriman, dan memproses pesanan pelanggan.
i. Keamanan
Mengelola keamanan perusahaan dan melindungi data sensitif.
j. Pelaporan
Mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan data bisnis kepada pengambil keputusan. Sistem ini membantu dalam menghasilkan laporan keuangan, laporan kinerja, dan informasi lain yang penting untuk pengambilan keputusan.
2. Kapan system request dibuat? Tuliskan isi dari system request!
System Request dibuat sebagai salah satu tahap awal dalam proses pengembangan sistem informasi. Tujuannya adalah untuk memberikan deskripsi yang jelas dan komprehensif mengenai kebutuhan bisnis yang harus dipenuhi.
Isi dari system request secara umum mencakup informasi berikut:
a. Deskripsi umum
b. Ruang lingkup
c. Persyaratan bisnis
d. Persyaratan fungsional
e. Persyaratan non-fungsional
f. Kebutuhan teknologi
g. Anggaran dan jadwal
System Request dapat membantu tim pengembangan sistem untuk merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi yang tepat dan efektif bagi organisasi.
3. Apa perbedaan dari business need, requirement, dan value?
a. Business need (kebutuhan bisnis)
Business need adalah suatu kondisi yang memerlukan suatu solusi. Kebutuhan bisnis dapat timbul karena berbagai alasan, seperti meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, meningkatkan keuntungan, dan sebagainya.
b. Requirement (kebutuhan sistem):
Requirement adalah spesifikasi yang diperlukan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Requirement dapat terdiri dari berbagai aspek, seperti fungsionalitas, keamanan, kinerja, interoperabilitas, dan sebagainya. Kebutuhan sistem harus jelas, terukur, dan dapat diverifikasi agar dapat diimplementasikan dengan baik.
c. Value (nilai):
Value atau nilai adalah manfaat yang diperoleh dari solusi yang dikembangkan. Nilai dapat diukur dalam berbagai aspek, seperti peningkatan efisiensi operasional, penghematan biaya, meningkatkan keuntungan, dan sebagainya. Nilai harus diukur dengan jelas agar dapat membenarkan investasi yang dilakukan untuk mengembangkan solusi.
4. Deskripsikan stategi yang dilakukan dalam tahapan analysis!
a. Membuat dokumen kebutuhan (Requirement Document)
Dalam tahap ini, tim software developer membuat dokumen kebutuhan yang berisi persyaratan bisnis yang dibutuhkan dalam software. Dokumen kebutuhan ini nantinya akan menjadi panduan bagi developer untuk membangun software yang sesuai dengan kebutuhan user.
b. Berdiskusi dengan pengguna dan pemangku kepentingan
Pengembang software perlu berdiskusi dengan user dan pemangku kepentingan untuk memahami persyaratan bisnis dan fungsionalitas yang diharapkan. Diskusi ini membantu developer untuk memahami kebutuhan pengguna secara lebih baik dan juga memastikan bahwa semua persyaratan telah dipertimbangkan.
c. Menganalisis persyaratan fungsional dan non-fungsional
Persyaratan fungsional adalah persyaratan yang terkait dengan fungsionalitas software, seperti fitur, fungsi, dan kinerja. Sementara itu, persyaratan non-fungsional meliputi faktor seperti keamanan, ketersediaan, dan skalabilitas. Pengembang software perlu menganalisis kedua jenis persyaratan ini dan mempertimbangkan bagaimana mereka dapat diimplementasikan dalam software.
d. Menerapkan metodologi analisis yang tepat
Metodologi analisis yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada jenis proyek dan persyaratan. Beberapa metodologi umum yang digunakan dalam analisis software termasuk analisis berorientasi objek (OOA), analisis berorientasi proses (OPA), dan analisis berorientasi data (ODA).
e. Memeriksa kelayakan proyek
Pengembang software juga perlu memeriksa kelayakan proyek sebelum melanjutkan ke tahap pengembangan selanjutnya. Hal ini meliputi mempertimbangkan aspek seperti waktu dan biaya yang diperlukan, sumber daya yang tersedia, dan keuntungan bisnis yang diharapkan.
f. Melakukan uji kelayakan
Sebelum melanjutkan ke tahap pengembangan software, developer juga perlu melakukan uji kelayakan untuk memastikan bahwa software yang akan dibangun memenuhi persyaratan bisnis dan fungsionalitas yang telah ditetapkan. Uji kelayakan ini melibatkan pengujian konsep, pengujian teknis, dan pengujian kelayakan bisnis.
5. Bagaimana caranya untuk mendapatkan spesifikasi kebutuhan yang sesuai dengan system request?
a. Pastikan untuk memahami tujuan dari sistem yang diminta.
b. Selanjutnya, identifikasi stakeholder yang terkait dengan sistem.
c. Lakukan analisis kebutuhan. Buat daftar fitur atau fungsi yang harus dimiliki oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan stakeholder.
d. Tentukan prioritas kebutuhan. Buat daftar kebutuhan yang paling penting hingga yang kurang penting.
e. Buat spesifikasi teknis yang rinci berdasarkan daftar kebutuhan dan prioritas. Ini meliputi hal seperti sistem operasi, ukuran penyimpanan, kecepatan processor, dll.
f. Verifikasi spesifikasi dengan stakeholder.
g. Terakhir, Dokumentasikan spesifikasi kebutuhan secara lengkap dan jelas agar dapat digunakan sebagai acuan dalam tahap selanjutnya.
Comments
Post a Comment